THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Halaman

Senin, 19 November 2012

Abah

Lama ga nulis, tapi itu ga ngaruh di sisi kegantengan gua. wkwkwkk
Entri kali ini gua pengen nulis tentang seseorang yang paling berpengaruh besar dalem kehidupan gua, Abah.

Yak, Abah adalah orang yang berperan sangat besar dalam proses terlahirnya gua.
Meskipun banyak orang yang bilang gua ga ada mirip-miripnya sama beliau tapi ketahuilah gua membawa gen beliau.
Gen seorang pemenang.

Menurut gua, Abah adalah guru non formal yang paling nyebelin.
Metode mendidik beliau berbeda dari ayah-ayah kebanyakan.
Kalo ayah-ayah biasanya lebih banyak mendidik dengan mengikutsertakan senyuman, sedangkan Abah mendidik dengan full emosion.
Mental gua sebagai anaknya di bentuk disini, mental menghadapi masalah dibawah tekanan.

Suatu hari, dirumah, gua lagi maen catur sama beliau.
Sekadar info Abah adalah The Master nya kampung gua, setahu gua yang bener-bener bisa ngalahin beliau belon ada tuh mangkanya gua berani bilang beliau the master.
Nah, dari sebuah permainan catur beliau mengajarkan gua banyak hal.
Pengorbanan, Perjuangan, kerjasama, Kerja keras, kedewasaan, dan kemauan untuk menjadi lebih baik.

Abah bilang "Pada sebuah perperangan, pengorbanan diperlukan jika memang hal tersebut bisa membuat sesuatu menjadi lebih baik. Seperti prajurit-prajurit golongan bawah ini (sambil menunjuk ke pasukan barisan depan pada pormasi awal permainan catur.red), tapi sebernya kita harus tau bahwa hanya prajurit-prajurit ini yang akan menjadi perdana mentri bahkan raja di kehidupan selanjutnya. Jadi jika kita tidak boleh mengorbankan mereka dengan hal-hal yang hanya akan menjadi sia-sia.

Abah bilang "Perjuangan untuk menang dalam permainan catur bukan untuk membunuh sebanyak mungkin musuh, tapi bagaimana mendapatkan kemenangan dengan meminimalisir korban pembunuhan.

Abah bilang "Kerjasama antar prajurit diperlukan, karena kita tidak akan bisa menang jika hanya bergerak sendiri. Jika memang bisa, kenapa harus ada dua Bidak, dua Benteng, dua pocong dans satu Perdana Mentri pada permainan catur??!

Abah bilang "Kerja keras yang dimaksudkan adalah pola pikir kita untuk menemukan celah lemah musuh pada saat menyerang. Karena kita tidak bisa menang jika hanya menyerang membabi buta, kita butuh strategi untuk menyerang dan bertahan. Karena pola permainan catur adalah mempunyai beberapa langkah kedepan untuk tetap pada kondisi terbaik dan mengetahui beberapa langkah kedepan musuh untuk membuat kita terpojok.

Abah bilang "Dewasa, yak kita butuh sifat ini dalam permainan catur. Kita harus menyikapi dengan bijaksana apa yang telah terjadi pada papan catur. Jika kita terpojok, banyak prajurit yang mati bahkan sampai kalah, kita harus tetap pada posisi tenang karena ini hanyalah sebuag permainan, hanya punya tiga pilihan, menang, kalah atau berakhir seri.

Abah bilang "Yang terakhir adalah, kita harus punya kemauan untuk menang, untuk menjadi lebih baik. Percuma memainkan banyak peran dalam permainan catur jika kita hanya menginginkan kekalahan, lebih baik tidak usah berhadapan dengan papan catur jika hanya ingin begitu! Walaupun kita berakhir dengan kekalahan setidaknya kita punya kemauan untuk menang, kita bisa melakukan hal yang terbaik jika telah menanamkan kemauan tersebut!

___________________________________

Begitulah Abah, guru non formal yang mengajari lebih dari formal.


0 komentar: