THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Halaman

Sabtu, 09 Juni 2012

Cinta itu...#tiga

Sebelumnya gua minta maaf kalo ada kata-kata atau kalimat yang salah, scara otak kiri gua lagi nikmati nonton bola dan otak kanan yang lelet ini dipake buat nulis.
______________________
Masih dengan cewek yang sama, Bunga.
Dari entri yang sebelumnya, itu cuma sebagian yang bisa gua tulis.
Sebagian lagi ga bisa gua terbitin karena lebih banyak sakitnya daripada indahnya.
______________________

Cinta gua kandas sebelum sempet belabuh. Bunga sama sekali ga respek ke gua, dan gua sadar itu.
Buktinya gua ga pernah ngerasa ada di matanya Bunga.
Gua seperti angka "Nol", ada tapi ga bernilai.

Beberapa malam tidur gua ga nyenyak, waktu itu mungkin bisa dibilang gua galau.
Antara bertahan di titik "menunggu" atau pergi dan melupakan senyumnya.
Banyak temen yang jadi korban tempat curhat gua, dan hasilnya gua putusin buat bertahan.
Gua bertahan di posisi "menunggu", yak menunngu waktu yang tepat untuk menyatakan perasaan gua yang belum semuanya tersampaikan.
Bunga harus denger apa yang emang harus didenger, tentang gua.
Tentang perasaan gua, tentang semangkuk bakso dan tentang baju lapis tiga gua.
Sembari menunggu waktu itu tiba, gua cuma bisa berharap.
_______________________

Gua kira berharap itu asik, ternyata jauh lebih menyakitkan.
Temen gua yang laen ngasih saran yang luar biasa, saran untuk mengganti Bunga dengan Bunga yang lain.
_______________________

Pencarian gua dimulai di tahun 2008, gua berlabuh di hati mantan adik tingkat gua.
Namanya Rika, dua tahun dibawah gua.
Tapi itu cuma bertahan selama sebulan, lucunya kita jadian satu hari setelah valentin.
Dihari valentin gua ngirim doa buat Bunga, besoknya malah gua jadian ama cewek laen.
_______________________

Usai dengan Rika, gua balik galau (wajar dong, dulu kan gua masih ababil)
Mengikuti saran sang pakar cinta, pencarian gua berlanjut.

Gua bertemu Pareza, gua manggilanya Ejak.
Dia mahasiswi fakultas sebelah, FKIP jurusan PPKN.
Kenalnya sih tahun 2006, tapi baru bisa ketemu di tahun 2008.

Ejak setinggi gua, kira-kira 170 cm.
Cita-citanya Polwan, karena penyakit Asma cita-citanya cuma jadi mimpi.
Kita sempet jalan satu kali, karena saingan gua Polisi dan di waktu itu gua rada-rada ga suka ama Polisi so gua mundur.
Males banget mesti saingan ama Polisi, gua kalah setelan ama tunggangan yang jelas.

Hubungan kita berakhir karena komunikasi yang minim.
Kalo ada yang pernah baca entri gua yang judulnya "Rehza", yak itu adalah Ejak.
Kisah kita dramatis, ampe akhirnya gua yang mati_s.

Ceritanya gua balik galau lagi
________________________
Next...

Kali ini yang jadi korban adik tingkat gua satu jurusan.
Namanya Fera Litha Fadilah, tapi gua lebih suka dengan nama panggilannya "Ve".

Gua mulai ngerasa "suka" pas kita lagi ngobrolin video clip Ax7, judulnya "litle peace of heaven".
Sumpah, itu video clip bikin gua suka lagu-lagunya Ax7.

Ve orangnya cerewet, aktiv dan cengeng.
Sekarang Ve udah pake jilbab, tapi gua lebih suka kalo dia ga pake jilbab.
Ve punya senyum yang lebih manis dari Bunga, tapi bukan berarti sunyumnya Bunga ga manis.
Ve ga ada bodi, sama kayak Bunga.
Disini yang bedain jelas, gua suka kalo Ve lagi ketawa dan gua ga suka kalo Bunga lagi ketawa.

Gua emang suka ama Ve, sayangnya gua ga nembak dia di masa itu.
Gua baru nyatain perasaan "suka" setelah dua tahun berlalu.
Cuma sekadar nyatain doang sih, ga butuh jawaban!
Dan sekarang Ve udah dilamar orang, sakit!!!
______________________

Berakhir Ve, datanglah Melisa.
Cewek yang ngebangkitin Band Evo.
Yak, kisah gua seirama dengan lagu-lagunya Evo.
Gua lupa judulnya, tapi gua inget liriknya.
***
"Dia seperti penerang malamku
"Dia seperti penyejuk siangku
"Dia, tak kusangka dia membalas pandanganku

"Dia begitu jauh dimataku
"Dia begitu jauh dijangkauku
"Dia, tak kusangka dia membalas senyumanku

"Kami saling pandang tanpa bicara
"Sepertinya dia tahu apa dihatiku tertera
"Dan waktu saat itu sungguh mengerti aku
"Dan dia berlalu tanpa tau siapa aku..

"Aku cukup tau dia... dari sini saja
"Aku cukup lihat dia... dari sudut sini saja
"Dan aku.. sudah bahagia seperti ini
"Dan dia... sudah sempurna...
"Kami saling pandang tanpa bicara...
***

Yak, mirip banget nih lirik ama irama gua dan Melisa
Kita ga sempet jabat tangan buat kenalan, tapi mengenal Melisa cuma dengan begini bisa ngilangin bayang-bayang Bunga untuk sementara.

Satu tahun berlalu, Melisa hilang dari kampus.
Belakangan baru gua tau kalo Melisa pindah kampus.
Gua balik galau.
______________________

Selanjutnya gua kenal ama cewek yang satu kos ama adik tingkat gua,.
Namanya Desi, panggilannya Echy.
Nah, nih cewek baru 40:50 ama Bunga.
Tingginya sama, senyumnya sama, tawanya sama, jalannya juga sama.
Yang beda cuma umur ama cara dandan doang.
Echy lebih sering pake Rok, dan itu nilai + di mata gua.

Tapi Echy udah punya cowok, LDR sih.
Disini gua ngotot buat ngerebut Echy dari LDRnya.
Tapi ujung-ujungnya gua juga mundur, scara LDRnya Echy ini secara fisik levelnya di atas gua.
Trus mereka juga udah ngejalin hubungan enam tahun, terhitung waktu itu.
Gua balik galau lagi.
______________________

Tahun 2012, era gua mengenal Ditha.
Panggilannya Teteh.
Pendek, bohai, senyumnya manis, tapi lagi dan lagi senyum Bunga lebih manis.

Teteh adik tingkat gua, empat tahun dibawah gua.
Temen kos gua lebih suka dengan panggilan Keteh.

Gua telat nembak nih cewek, telat seminggu.
Seminggu setelah gua abaiin saran temen gua dan akhirnya si Keteh di tembak cowok duluan.

Berhubung Keteh sekarang udah punya cowok, terus gua risih kalo mesti jadi orang ketiga.
Jadi orang ketiga selalu disama-samain denga  setan.
Dan gua putusin buat mundur, walaupun ada temen gua yang tetep ngedukung.
Galau lagi... galau lagi...
______________________
Bersambung...

0 komentar: