THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Halaman

Kamis, 14 Juni 2012

Just For Mimi

Barusan gua habis telponan ama salah satu temen SMP gua, yang di entri ini namanya mesti di palsukan demi keamanan.
Jadi gua putusin buat ngasih nama yang biasa-biasa aja, Nadine (hahahha nama kayak gini mah udah luar biasa.red).
_______________________

Pembicaraan kita di telpon ngebahas masalah kedepannya langkah gua buat ngeshoot si Mimi.
Dan berakhir dengan kesimpulan, "Gua mundur dari laga!
si Nadine cuma kasih "penerawangan", gua yang nentuin langkah selanjutnya.

Mungkin karena emang belum sepenuh hati "suka" ama si Mimi, dan mungkin juga sudut pandang gua yang bertolak belakang ama pola pikir Mimi.
Mimi, yang gua tau tipe cowok idealnya  :
1. Dewasa
2. Mapan
3. Beriman
4. Waras, dan
5. Asik

Dari kriteria di atas, ga ada satu pun yang ngena ke gua.
Jangankan buat jadi dewasa, mapan, beriman, dan asik, kewarasan gua aja diragukan!
________________________

Gua cowok ada apanya, bukan apa adanya.
Kalo cewek yang gua suka ga bisa bikin gua jadi orang yang lebih baik itu berarti dia bukan orang yang tepat.
Mimi bisa bikin gua sedikit lebih baik dari sebelumnya, itu berarti perasaan "suka" gua juga sedikit!

Kalo gua maksain buat jadi orang laen seperti yang cewek itu mau, itu juga berarti cewek tersebut bukan orang yang tepat.
Mimi bukan cewek seperti itu, dia cuma cewek yang butuh orang dewasa dan gua orang yang belom siap dewasa.
________________________

Gua ga bisa jadi dewasa sekarang, pelajaran gua untuk itu belom kelar.
Seperti yang gua ketahui, menjadi dewasa itu berarti kita udah memasuki aliran kedua dari akhir untuk kemudian mati dan dilupakan!
Yak, dewasa kemudian tua dan mati.

Emang sih mati itu yang di atas sono yang ngatur, bisa aja gua mati setelah nerbitin entri ini.
Tapi secara fisik, menjadi dewasa kemudian tua itu adalah hukumnya.
Hukum itu ga bisa dilanggar, abadi menjadi remaja tentu ga bisa.
Lambat laun dewasa akan ada di diri gua, tapi bukan sekarang.
Masih belum waktunya.
_______________________

Just for Mimi :
"Makasih udah jadi someone yang berarti walau cuma sekejap.
"Makasih karena udah bikin gua repot-repot beli boneka yang berakhir di tong sampah.
"Bukannya terburu-buru buat liat lampu ijo dari kamu, lampu merah aja ga pernah kamu jadiin kuning.
"Asa gua nol, tak bernilai.
"Jadi ga salah kan kalo gua ga sempet ngucapin selamat tinggal, karena emang gua ga pernah mampir.
"Dan saat ini yang ada di kepala gua cuma bayang-bayang Bunga!


0 komentar: